PERAN SENTRAL GURU BK DI TENGAH KRISIS COVID-19
Dalam waktu yang sangat cepat , wabah covid-19 secara nyata mendisrupsi pola pembelajaran dan bimbingan yang dominan tatap muka menjadi kelas-kelas dan sesi layanan digital. Sejak dinyatakan sebagai wabah global oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) , nyaris semua pimpinan negara mengambil inisiatif melakukan pemutusan rantai penularan melalui pemberlakuan pembatasan fisik (physical Distancing) dan (sosial distancing). Di Indonesia sendiri, terhitung sejak tanggal 13 Maret 2020 , semua peserta didik , guru dan tenaga kependidikan diharuskan belajar dan bekerja dari rumah memanfaatkan media daring sebagai alat pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Ditutupnya sekolah dan universitas sebagai salah satu upaya menekan laju penyebaran virus corona membuka lembaran sejarah baru praktek pembelajaran secara distance learning. Beberapa moda yang digunakan hampir dipastikan “memaksa” bukan hanya peserta didik tapi juga guru dan orang tua untuk merancang program pembelajaran yang berbeda dengan kegiatan disituasi tatap muka normal biasanya. Hal tersebut tentu membuat peserta didik, guru dan orang tua mulai mempertanyakan (kembali) esensi, proses dan hasil belajar secara remote learning yang sudah berjalan berjalan selama ini.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul tersebut akhirnya harus dijawab dengan melihat keadaan. Artinya tidak tanggung-tanggung pakar pembelajaran daring Thomas J. Tobin mengklaim bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk menilai kwalitas pembelajaran online. Hal ini dikarenakan semua hal yang dijalankan untuk hari ini pada dasarnya dilakukan tanpa pelatihan, persiapan, dan sumber daya yang memadai. Setiap guru diharuskan menyajikan pembelajaran dan bimbingan secara online. Begitupun dengan siswa yang di dorong untuk mengikuti pembelajaran daring yang diselenggarakan dalam beragam moda yang kebanyakan masih baru mereka gunakan.
Terdapat urgensi lain yang harus lebih diprionitaskan dimasa kedaruratan covid-19 yakni peserta didik harus memperoleh layanan pembelajaran dan bimbingan. Hal ini tidak lain dikarenakan stimulasi tubuh kembang peserta didik tetap di perlukan secara spesifik, dengan memperhatikan dinamika psikologis dimasa pandemi ini. Dalam hal ini, kegiatan bimbingan dan konseling dapat dijadikan selain sebagai substituasi layanan tatap muka juga diperankan sebagai layanan teurapetik bagi segala bentuk reaksi psikologis anak terhadap bencana semisal ,kecemasan, stres, depresi hingga truma.
Selain itu, pembelajaran daring juga menuntut peserta didik harus memiliki tanggung jawab personal dalam belajar. Peserta didik kemudian juga dituntut unut dapat mengontrol sikapnya dalam belajar, menyelesaikan tugas-tugas melalui daring yang mengoptimalkan pengunaan gadget yang dimiliki sebagai sumber belajar. Hal inilah dikenal dengan self regulated learning. Artinya peserta didik harus mampu mengelola membelajarannya sendiri, memanajemen waktu di rumah, mengatasi hambatan belajar daringnya, dan menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Permasalahannya adalah tidak semua siswa memiliki self regulated learning yang baik. Beberapa diantaranya mengalami hambatan dalam pembelajaran dan mengalami kebosanan tinggal di rumah. Disinilah bimbingan konseling (BK) mengambil peran dalam membantu mengatasi permasalahan-permasalahan siswa tersebut. Lantas bagaimana guru BK mengambil peran dalam permasalahan ini?
Seperti yang diketahui, tentunya guru BK memiliki peran yang agak berbeda dengan guru mata pelajaran lain. Dalam hal ini, guru BK tidak memberikan materi-materi ataupun tugas-tugas terkait kemampuan akademik. BK secara khusus menyajikan layanan dalam pembelajaran daring melalui format yang bermakna bagi siswa. Layanan BK yang bermakna tidak tefokus pada capaian akademik atau kognitif, tapi bagaimana membantu siswa untuk mencapai capaian akademik dengan optimal, mengatasi hambatan belajar, pengembangan karakter baik dirumah dan bagaimana membantu siswa dalam pengembanan “life skill “ atau keterampilan hidup sehari-hari.
Kembali lagi dalam permasalahan yang dihadapi siswa di masa pandemi ini. Sebagai guru BK tentu harus dengan sigap mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang muncul. Dalam hal ini guru BK dapat memberikan pendampingan dan memotivasi siswa adalah melalui konseling di media sosial. Tindakan konseling yang seharusnya dilaksanakan secara face to face [tatap muka], dapat diganti melalui media sosial seperti zoom ataupun whatsapp tanpa mengurangi esensi penting dari layanan konseling yaitu kerahasiaan. Kerahasiaan merupakan salah satu kode etik yang wajib dipegang teguh guru bk dalam memberikan layanan konseling. Karena itulah kerahasiaan dan kenyamanan siswa dalam konseling online wajib dijaga dan siswa tidak perlu takut atau ragu untuk di bantu masalahnya melalui layanan online.
Tidak hanya mengatasi siswa yang bermasalah, peran BK juga harus dirasakan oleh seluruh siswa. Sesuai kebijakan sekolah dalam pembelajaran daring, guru bk mendapat porsi dalam pelaksanaan layanan bk secara daring yaitu setara 1 jam pelajaran di jadwalnya. Hal ini tentu dimanfaatkan dengan baik oleh guru bk diisi dengan pengembangan karakter baik di rumah. Guru bK sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter di sekolah penting peranannya dalam membentuk karakter siswa. Dalam hal ini tentu saja bekerja sama dengan orangtua dalam menumbuhkan karakter baik anak dirumah. Antara lain karakter religus misalnya anak beribadah atau mengaji bagi yang muslim. Karakter mandiri misalnya anak mengerjakan tugasnya sendiri secara mandiri, mencuci bajunya sendiri. Karakter gotong royong misalnya anak membantu orangtuanya memasak atau membersihkan rumah bersama dangan anggota keluarga lain. Tentu dalam hal pembangunan karakter tersebut tetap harus dilakukan evaluasi setelahnya. Dalam hal ini guru BK dapat memberikan semacam angket melalui googlefrom dan siswa kemudian mengupload kegiatannya tersebut dalam bentuk narasi dan foto sebagai laporan. Tidak hanya itu, guru BK juga harus ikut berpatisipasi aktif alam mensosialisasikan tentang covid-19, mulai dari penjelasan tentang virusnya dan langkah-langkah pencegahannya.
Selalu ada hikmah di setiap kejadian. Sadar atau tidak dengan adanya pandemi corona siswa mendapat sesuatu yang berharga untuk dirinya yaitu belajar mandiri (self regulated learning). Kemampuan ini sangat penting karena merupakan salah satu ketrampilan atau kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa menghadapi abad 21. Terbukti, melalui pembelajaran daring sudah banyak siswa yang memilikinya. Siswa yang memiliki self regulated learning yang kokoh dapat meyelesikan pembelajaran daringnya dengan baik, sesuai dengan peranan fundamental pendidikan yaitu mewujudkan kemandirian dalam menghadapi tantangan global masa depan.
Sadar atau tidak dengan adanya pandemi corona, dunia pendidikan merasakan dan menjalankan strategi baru dalam pembelajaran, disinilah hakikat merdeka belajar yang belum lama ini menjadi progam mendikbud yang baru, telah kita laksanakan, yaitu membentuk pembelajaran mandiri yang bertanggung jawab. Peran BK dalam merdeka belajar telah terlaksana dengan mendampingi, memotivasi dan melatih siswa agar dapat belajar mandiri. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi guru BKkalau peranan kita sangat besar dalam pembelajaran daring ini.

Oleh Citra Resmi, S.Pd
Guru Bimbingan dan Konseling
SMA Negeri 1 Manggar
Artikel ini telah terbit harian Belitong Ekspres pada Kamis 08 April 2021
(Admin, HR)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Persembahkan Kado HUT RI, Tim Futsal SMAN 1 Manggar Juara BIP CUP 2025
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Tim futsal SMAN 1 Manggar kembali mengukir prestasi gemilang di kancah olahraga pelajar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). &nb
Gubernur Bangka Belitung Resmikan Wall of Fame SMAN 1 Manggar
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani meresmikan Wall of Fame SMA Negeri 1 Manggar di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/
SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Regional Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna Nasional
Manggar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 1 Manggar. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur ini berhasil meraih Juara 2 Regional (11 Provinsi) dal
SMAN 1 Manggar Sapu Bersih Gelar Juara LDBI Belitung Timur 2025, Siap Wakili ke Tingkat Provinsi
Prestasi gemilang kembali diraih SMAN 1 Manggar. Dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2025, sekolah unggulan ini berhasil menyapu bersi
SMAN 1 Manggar Pertahankan Juara Umum O2SN Beltim, Tangguh Meski Lomba Daring
SMAN 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA se-Kabupaten Belitung Timur tahun 2025. Untuk kedua kalinya secara ber
Staf Ahli Gubernur Babel Buka MPLS SMAN 1 Manggar, Tekankan Karakter dan Etika Digital
Manggar – Senin pagi, 14 Juli 2025, aula utama SMAN 1 Manggar dipenuhi semangat baru. Ratusan siswa berseragam putih biru berganti putih abu-abu, duduk dengan penuh harap di bangk
SMAN 1 Manggar Raih Juara Umum FLS3N Tiga Tahun Berturut
SMA Negeri 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Juara Umum Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Belitung Timur
Workshop Disiplin Positif di SMAN 1 Manggar: Mewujudkan Sekolah Aman, Berkarakter, dan Bebas Bullying
Komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying terus digalakkan oleh SMAN 1 Manggar. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui Workshop Disiplin Posi
Guru SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Nasional Berkat Cerita Inspiratif Jadi ASN
Kabar membanggakan kembali datang dari sekolah berprestasi di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Hariyanto, guru Biologi di SMAN 1 Manggar, berhasil meraih Juar
Tax Goes to School 2025: Siswa SMAN 1 Manggar Belajar Pajak Lewat Simulasi UMKM
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Semangat edukasi pajak sejak dini digaungkan melalui kegiatan Tax Goes to School (TGTS) 2025 yang digelar di SMAN 1 Manggar pada Rabu, 21 Mei