• SMA NEGERI 1 MANGGAR
  • Totality Is The Key To Quality

PERLUKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI?

Kondisi pandemi kembali membuat pendidikan khususnya proses pembelajaran mengambil kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) atau belajar secara daring dan pembelajaran luring terbatas yang membatasi ruang gerak guru dan peserta didik. Hal ini untuk mengantisipasi terkonfirmasi penularan covid-19 yang berjenis varian baru yakni omicron.

Tentunya pengalaman tahun 2019 lalu dimana covid-19 mewabah membuat guru sebagai praktisi pendidikan harus mengambil keputusan untuk  keluar dari zona aman. Guru berupaya melakukan pembelajaran dengan segala macam strategi meskipun ada resiko yang di hadapi, guru akan tetap melayani peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan mencapai tujuan yang di harapkan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Adapun keluar zona aman bagi guru ialah karena harus mendesain rencana pembelajaran dengan memetakan kebutuhan murid terlebih dahulu,  melakukan pembelajaran yang menggiring minat murid, dengan tidak mengabaikan tujuan pembelajaran yang dicapai, hal inilah yang di maksud dengan konten dari pembelajaran berdiferensiasi.

Senada dengan hal di atas, menurut Tomlinson (2000) pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.  Berdasarkan modul guru penggerak oleh KEMENDIKBUD, orientasi pada kebutuhan murid merupakan landasan dari pembelajaran berdiferensiasi.

Guru harus menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi murid untuk belajar. Jika seorang guru telah menciptakan lingkungan belajar atau suasana yang kondusif membuat peserta didik termotivasi untuk belajar, niscaya permasalahan dan kendala yang akan dihadapi dalam proses pembelajaran dengan sendirinya akan hilang. Suatu asumsi yang masih perlu di luruskan apabila masih ada pendapat bahwa murid yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga seorang guru harus mendesain perencanaan pembelajaran yang berbeda-beda pula. Tidaklah demikian bahwa gurulah yang mengetahui kondisi dan kebutuhan muridnya di suatu kelas, dari berbagai macam karakter murid tersebut tentunya ada pilihan seorang guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai, maka pengalaman belajar dirancang sesuai dengan kebutuhan muridnya.

Selanjutnya, tujuan pembelajaran didefinisikan secara jelas. Merujuk dari rencana pembelajaran yang dibuat guru, begitu banyaknya tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran, padahal orientasi tujuan pembelajaran dapat dibuat dengan sederhana untuk mencapai pokok bahasan. Tuntutan indikator dalam rencana pembelajaran akan terpenuhi melalui strategi yang bisa dilakukan baik secara konten, proses atau produk.

Guru juga harus melakukan penilaian berkelanjutan. Setiap murid memiliki kemampuan dan kompetensi bakat serta minat yang berbeda untuk itu guru harus mengetahui dan mengakomodir kebutuhan peserta didik. Instrumen penilaian pembelajaran atau dikenal dengan evaluasi belajar dapat didesain sesuai dengan kebutuhan peserta didik, didesain secara variatif dengan tidak mengabaikan prinsip evaluasi pembelajaran. Seperti contoh pada strategi mendiferensiasi pembelajaran secara produk. Seorang guru dapat membuat beberapa alternatif bentuk tugas yaitu menuliskan deskripsi konten materi, membuat peta konsep, membuat kliping, penugasan presentasi, dan lain sebagainya. Meskipun pilihan murid yang berbeda dalam membuat atau mengeksplorasi pemahaman, namun pada prinsipnya tidak mengabaikan prinsip evaluasi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, penilaian tidak lagi didominasi sesuatu yang terjadi pada akhir pembelajaran saja, namun pembelajaran diagnostik telah dilakukan saat pembelajaran dimulai dan sepanjang pembelajaran guru menilai tingkat kesiapan, minat, dan pendekatan belajar yang digunakan. Sehingga seorang guru dapat merancang penilaian pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran.

Berikutnya guru merespon kebutuhan belajar murid. Mendesain pembelajaran hendaknya sesuai dengan kebutuhan  belajar murid, seperti: sumber yang berbeda, cara yang berbeda dan penugasan serta penilaian yang berbeda. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan perpaduan dari pembelajaran klasikal, kelompok dan individual. Pembelajaran klasikal adalah pembelajaran yang dilakukan secara keseluruhan peserta didik di dalam kelas ikut terlibat mengikuti proses pembelajaran, guna membangun pemahaman bersama. Pembelajaran kelompok merupakan pembelajaran yang membangun kolaborasi dan eksplorasi untuk membangun kesepakatan bersama dalam memahami materi dalam kelompok kecil. Sedangkan pembelajaran secara individual adalah pembelajaran yang di perlukan dalam memenuhi kebutuhan murid secara perorangan untuk membangun kepercayaan diri dan mengeksplorasi pengetahuan yang ada pada murid.

Yang paling penting ialah manajemen kelas yang efektif. Memperhatikan tiga elemen kurikulum pendekatan pembelajaran secara konten (masukan/ apa yang dipelajari murid), proses (bagaimana murid berupaya memahami ide dan informasi, dan produk (keluaran atau bagaimana murid menunjukkan apa yang telah mereka pelajari).

Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi sangat perlu dilakukan oleh seorang guru, untuk itu guru mendesain rencana pembelajaran dengan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan belajar murid dan merespon kebutuhan belajar. Seorang guru hendaknya dalam merencanakan pembelajaran melakukan identifikasi kebutuhan belajar muridnya dengan komprehensif, agar dapat merespon kebutuhan belajar muridnya. Mengidentifikasi kebutuhan belajar murid setidaknya ada 3 aspek yang bisa dilakukan yaitu kesiapan belajar peserta didik, minat, dan profil belajar peserta didik.

Dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi tentunya akan terpenuhi harapan dan kebutuhan. Pembelajaran akan menjadi bermakna karena murid terlibat langsung dalam proses pembelajaran. kegiatan pembelajaran akan terbangun suasana yang proaktif, sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Pengalaman belajar akan menuntut murid menemukan jalan pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri.

 

Oleh Kemas Akhiriyan, M.Pd.i

Guru Agama Islam SMAN 1 Manggar

Artikel ini telah terbit di harian Belitong Ekspress pada Rabu, 09 Maret 2022

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Persembahkan Kado HUT RI, Tim Futsal SMAN 1 Manggar Juara BIP CUP 2025

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Tim futsal SMAN 1 Manggar kembali mengukir prestasi gemilang di kancah olahraga pelajar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). &nb

26/08/2025 19:20 WIB - Administrator
Gubernur Bangka Belitung Resmikan Wall of Fame SMAN 1 Manggar

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani meresmikan Wall of Fame SMA Negeri 1 Manggar di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/

26/08/2025 19:13 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Regional Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna Nasional

Manggar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 1 Manggar. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur ini berhasil meraih Juara 2 Regional (11 Provinsi) dal

26/08/2025 19:06 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Sapu Bersih Gelar Juara LDBI Belitung Timur 2025, Siap Wakili ke Tingkat Provinsi

Prestasi gemilang kembali diraih SMAN 1 Manggar. Dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2025, sekolah unggulan ini berhasil menyapu bersi

26/08/2025 18:58 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Pertahankan Juara Umum O2SN Beltim, Tangguh Meski Lomba Daring

SMAN 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA se-Kabupaten Belitung Timur tahun 2025. Untuk kedua kalinya secara ber

26/08/2025 18:53 WIB - Administrator
Staf Ahli Gubernur Babel Buka MPLS SMAN 1 Manggar, Tekankan Karakter dan Etika Digital

Manggar – Senin pagi, 14 Juli 2025, aula utama SMAN 1 Manggar dipenuhi semangat baru. Ratusan siswa berseragam putih biru berganti putih abu-abu, duduk dengan penuh harap di bangk

26/08/2025 18:48 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Raih Juara Umum FLS3N Tiga Tahun Berturut

SMA Negeri 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Juara Umum Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Belitung Timur

26/08/2025 18:43 WIB - Administrator
Workshop Disiplin Positif di SMAN 1 Manggar: Mewujudkan Sekolah Aman, Berkarakter, dan Bebas Bullying

Komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying terus digalakkan oleh SMAN 1 Manggar. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui Workshop Disiplin Posi

26/08/2025 18:38 WIB - Administrator
Guru SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Nasional Berkat Cerita Inspiratif Jadi ASN

Kabar membanggakan kembali datang dari sekolah berprestasi di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).  Hariyanto, guru Biologi di SMAN 1 Manggar, berhasil meraih Juar

26/08/2025 18:33 WIB - Administrator
Tax Goes to School 2025: Siswa SMAN 1 Manggar Belajar Pajak Lewat Simulasi UMKM

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Semangat edukasi pajak sejak dini digaungkan melalui kegiatan Tax Goes to School (TGTS) 2025 yang digelar di SMAN 1 Manggar pada Rabu, 21 Mei

08/08/2025 08:09 WIB - Administrator