Belajar Sejarah Asyik Melalui Jelangkung
Saat mendengar kata jelangkung atau jailangkung tentu yang pertama kali muncul di dalam pikiran pembaca saat ini adalah boneka yang dimainkan dengan memanggil roh-roh halus. Jelangkung yang dimaksud dalam tulisan ini, bukan jelangkung terkait istilah supranatural. Jelangkung dalam tulisan ini merupakan kepanjangan dari jelajah lingkungan kampung. Penulis berpendapat bahwa proses pembelajaran sejarah akan lebih asyik, menarik dan menyenangkan apabila dilakukan oleh peserta didik dengan memanfaatkan media atau situs sejarah yang ada di kampung. Pembelajaran sejarah saat ini banyak dilakukan oleh guru di dalam kelas sehingga metode belajar ini membuat para peserta didik merasa bosan dengan materi yang diajarkan, dan mereka menganggap bahwa pembelajaran sejarah merupakan pembelajaran yang bersifat hafalan dan lebih banyak mencatat. Sementara itu metode ceramah masih sering dilakukan oleh sebagian guru sejarah dalam mengajarkan siswanya metode ini membuat siswa menjadi pasif dalam menerima ilmu pelajaran sejarah di sekolah.
Bila kita melihat kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim tentang konsep merdeka belajar, dijelaskan bahwa guru memiliki kebebasan untuk berinovasi dan mengembangkan kreativitas demi mencapai tujuan pendidikan. Kebijakan tersebut menjelaskan juga bahwa guru bebas menggunakan media apapun untuk membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan inovatif, serta mandiri di dalam proses belajar.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa peran guru di dalam menciptakan suasana belajar yang edukatif, aktif, kreatif, dan inovatif, serta mandiri sangat dibutuhkan. Sehingga metode apapun dapat dilakukan untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, salah satu metode yang dapat digunakan adalah jelangkung.
Pulau Belitung memiliki banyak sekali situs sejarah yang dapat dipelajari dan tersebar di berbagai kampung, diantaranya adalah Kampung Lalang Manggar, Kampung Gantung, Kampung Gunong Senyubuk Kelapa Kampit, Kampung Balok Dendang dan masih banyak lagi. Supaya kegiatan pembelajaran jelangkung dapat berjalan dengan optimal, guru sejarah dapat mengaitkan materi yang dipelajari di dalam kurikulum dengan situs yang ada di kampung tersebut. Sebagai contoh misalnya materi tentang perkembangan agama Islam di Indonesia. Penyebaran agama Islam di Indonesia berdampak pada pembentukan kerajaan bercorak Islam di setiap wilayah di Indonesia.
Pulau Belitung khususnya di Belitung Timur juga memiliki situs kerajaan yang dikenal oleh masyarakat setempat. Raja Balok yang terkenal sudah menguat Islam bernama K.A Gedeh Ja’kub. Apabila dikaitkan dengan masuknya agama Islam di Indonesia dan keberadaan kerajaan bercorak Islam di Balok, tentu akan membuat rasa penasaran yang tinggi di dalam diri peserta didik. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah masalah Kerajaan Balok ini berasal dari mana. Lantas juga dapat muncul pertanyaan bagaimana penyebaran agama Islam di Kerajaan Balok. Peserta didik akan akan terpancing dan mulai mencari tahu hubungan variabel tersebut dengan mencari dari beberapa sumber. Kemudian guru sejarah dapat meminta siswa untuk mencari kontekstualisasi keberadaan kerajaan Islam di Balok tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Masalah tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran jelangkung akan lebih edukatif apabila peserta didik dilibatkan untuk membuat laporan penelitian selama mengikuti kegiatan jelajah lingkungan kampung dalam bentuk tulisan. Sehingga dalam pembelajaran jelangkung ada unsur literasi yang dapat dilakukan oleh peserta didik. hal ini tentu akan lebih bermakna dibandingkan belajar sejarah di dalam kelas dengan melihat perkembangan Islam di Indonesia dengan pembahasan yang panjang.
Dengan mengunjungi situs-situs sejarah yang ada di kampung membuat sejarah menjadi hidup dan lebih dekat dengan peserta didik. Masih banyak lagi situs-situs sejarah di kampung-kampung yang ada di Belitung yang dapat digali potensinya serta dikorelasikan dengan materi yang ada di dalam kurikulum sekolah. Jelajah lingkungan kampung juga akan menambah wawasan kesejarahan baru bagi peserta didik khususnya sejarah lokal. Dimana banyak sekali adat, budaya, kearifan lokal, dan sejarah yang dapat dipelajari sebagai penambah wawasan dari metode jelangkung. hal ini berdampak positif terhadap pengetahuan generasi muda akan keberadaan sejarah lokal yang bisa dikatakan kurang eksis, padahal keberadaan sejarah lokal merupakan identitas bagi suatu daerah bahkan suatu bangsa. Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pernah berkata: “jangan sekali-sekali melupakan sejarah”. Hal ini membuktikan bahwa sejarah bukan hanya suatu peristiwa yang terjadi pada masa lalu namun terdapat nilai-nilai yang dapat kita ambil sebagai acuan untuk pijakan pada hari ini dan masa yang akan datang. Penggunaan metode dan media yang tepat menjadi kunci dari keberhasilan pembelajaran sejarah.
Berdasarkan penjelasan di atas, metode pembelajaran jelangkung memiliki banyak manfaat bagi peroses belajar mengajar sejarah. Bagi peserta didik metode jelangkung dapat mempelajari sejarah nasional Indonesia, kemudian siswa dapat belajar serta mengenal sejarah lokal sebagai identitas bangsa, dan yang ketiga siswa menjadi lebih aktif, kreatif, inovatif dan edukatif dengan membuat laporan hasil penelitian sejarah. Selain memiliki manfaat edukatif dan inspiratif, pembelajaran jelangkung mempunyai manfaat lainnya yaitu bersifat rekreatif bagi peserta didik. Manfaat rekreasi edukatif ini menambah wawasan peserta didik, selain itu juga bisa berekreasi sambil menikmati kekayaan budaya dan sejarah lokal. Penerapan pembelajaran jelangkung yang tepat di dalam proses belajar sejarah dapat meningkatkan efektifitas proses pembelajaran peserta didik. Dalam pembelajaran jelangkung, proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa dan guru yang awalnya sebagai fasilitator.
Di masa menipisnya minat dan semangat peserta didik dalam mempelajari sejarah, tentu tidak membuat para guru sejarah berhenti untuk mencari ide kreatif yang dapat diterapkan untuk membangkitkan lagi semangat dan minat siswa dalam mempelajari sejarah.
Melihat kondisi saat ini membuat kita para guru sejarah harus bisa memanfaatkan berbagai media pembelajaran, sebagaimana yang digaungkan dalam program merdeka belajar. Guru dibebaskan untuk melakukan kegiatan yang bersifat aktif, kreatif dan juga inovatif. Melalui metode jelangkung diharapkan dapat menambah wawasan baru bagi guru dan peserta didik untuk mengembangkan media pembelajaran yang asyik dan menyenangkan, lebih mengenal kebudayaan, sejarah serta kearifan lokal yang ada di daerahnya. Kemudian diharapkan siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai sejarah dalam kehidupan sehari-hari agar pembelajaran sejarah lebih edukatif, inspiratif, dan bermakna. Dengan demikian, metode belajar jelangkung dapat membawa dampak positif serta menyegarkan kembali semangat peserta didik untuk kembali belajar di dalam kelas.
Oleh Dede Sapta Jaya, S.Pd
Guru sejarah SMAN 1 Manggar
Artikel ini telah terbit di harian Pos Belitung pada Selasa 08 Maret 2022
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Persembahkan Kado HUT RI, Tim Futsal SMAN 1 Manggar Juara BIP CUP 2025
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Tim futsal SMAN 1 Manggar kembali mengukir prestasi gemilang di kancah olahraga pelajar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). &nb
Gubernur Bangka Belitung Resmikan Wall of Fame SMAN 1 Manggar
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani meresmikan Wall of Fame SMA Negeri 1 Manggar di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/
SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Regional Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna Nasional
Manggar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 1 Manggar. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur ini berhasil meraih Juara 2 Regional (11 Provinsi) dal
SMAN 1 Manggar Sapu Bersih Gelar Juara LDBI Belitung Timur 2025, Siap Wakili ke Tingkat Provinsi
Prestasi gemilang kembali diraih SMAN 1 Manggar. Dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2025, sekolah unggulan ini berhasil menyapu bersi
SMAN 1 Manggar Pertahankan Juara Umum O2SN Beltim, Tangguh Meski Lomba Daring
SMAN 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA se-Kabupaten Belitung Timur tahun 2025. Untuk kedua kalinya secara ber
Staf Ahli Gubernur Babel Buka MPLS SMAN 1 Manggar, Tekankan Karakter dan Etika Digital
Manggar – Senin pagi, 14 Juli 2025, aula utama SMAN 1 Manggar dipenuhi semangat baru. Ratusan siswa berseragam putih biru berganti putih abu-abu, duduk dengan penuh harap di bangk
SMAN 1 Manggar Raih Juara Umum FLS3N Tiga Tahun Berturut
SMA Negeri 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Juara Umum Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Belitung Timur
Workshop Disiplin Positif di SMAN 1 Manggar: Mewujudkan Sekolah Aman, Berkarakter, dan Bebas Bullying
Komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying terus digalakkan oleh SMAN 1 Manggar. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui Workshop Disiplin Posi
Guru SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Nasional Berkat Cerita Inspiratif Jadi ASN
Kabar membanggakan kembali datang dari sekolah berprestasi di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Hariyanto, guru Biologi di SMAN 1 Manggar, berhasil meraih Juar
Tax Goes to School 2025: Siswa SMAN 1 Manggar Belajar Pajak Lewat Simulasi UMKM
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Semangat edukasi pajak sejak dini digaungkan melalui kegiatan Tax Goes to School (TGTS) 2025 yang digelar di SMAN 1 Manggar pada Rabu, 21 Mei