• SMA NEGERI 1 MANGGAR
  • Totality Is The Key To Quality

MERUBAH INSECURE MENJADI BERSYUKUR

Belakangan ini, kata insecure sudah menjadi hal biasa untuk diungkapkan remaja, khususnya generasi milenial, baik dari status media sosial remaja sekarang ataupun dalam perbincangan mereka sehari-hari. Mungkin ada sebagian yang sudah biasa menggunakan ungkapan ini, dan mungkin juga sebagian lain ada yang belum biasa. Seseorang yang mengalami insecure umumnya tidak menyadari bahwa dirinya merasa insecure. Hal ini disebabkan rasa cemas dan takut sangat umum dirasakan oleh siapapun setiap harinya

            Jadi, ap aitu insecure ? seperti yang kita ketahui dari katanya insecure berasal dari Bahasa inggris, yakni secure artinya aman dan in tidak, jadi sebenarnya jika kita gabungkan insecure itu rasa tidak aman. Dan menurut Oxford Dictionary disebut “tidak percaya diri dengan diri anda sendiri atau hubungan anda dengan orang lain. Ada dua kata kunci yang bisa kita garis bawahi yakni diri sendiri dan orang lain. Ini tentang diri sendiri juga penerimaan terhadap diri kita serta bagaimana orang orang melihat diri kita.

Dan menurut Sherly Annavita Rahmi seorang  Mileniall Influencer Indonesia ketika ia melakuakan riset terhadap insecure  ada 5 alasan mengapa kita mudah sekali larut dalam insecure

  1. Takut gagal atau Penolakan dari lingkungan
  2. Terlalu perfeksionis
  3. Kecemasan sosial
  4. Korban bullying
  5. Selalu membandingkan diri dengan orang lain.

 

Sebenarnya kita bisa bertanya, jadi kepercayaan diri kita  dibentuk oleh kita sendiri atau jangan-jangan pengaruh orang lain yang mengisi kepercayaan diri kita itu ? contohnya standar pintar misalnya, orang-orang bicara nilai, rapor, IQ yang itu sebenarnya ditentukan oleh faktor lingkungan atau sebenarnya kita sendiri yang paham akan sesuatu dan kita merasa pemahaman tersebut cukup bagi kita dalam menjalani hidup. Dan ini sebenarnya tidak bisa kita penuhi teman-teman. Karna ketika kita memenuhi kepercayaan diri  dengan diri kita sendiri, maka pandangan orang mau berkata apa, dan lingkungan punya standar masing-masing hanya menjadi pembanding. Nah jika kita tidak memiliki standar kepercayaan diri kita seperti apa, otomatis kita akan sering mendengar apa kata orang, dan kita pasti merasa harus mengikuti hal terebut.

 Kita akan merasa lelah  jika terus-menerus mengikuti ekpetasi orang. Bagaimana satu nilai di defenisikan dengan oleh satu kelompok umur tertentu disatu priode tertentu. Seperti pintar, kaya cantik, keren dan lain sebagainya. Dan kalau kita mengikuti semua ekpetasi yang sering berubah-ubah dalam periode tertentu maka tidak ada habisnya.

Jika kondisi ini tidak segera diatasi, insecure sebabkan gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gangguan kepribadian batas ambang, mengalami gangguan kecemasan, alami paranoid, gangguan makan, mental illnes dan masalah pada body image

Dan agar kita tidak terus terlarut dalam tema insecuritas ini teman-teman. Ada dua hal yang bisa kita lakukan.

  1. intropeksi sekaligus merefleksi ulang pada diri kita sendiri. Sebetulnya selaman ini, insecure kita itu berasal dari diri pribadi masing-masing atau kita yang mengikuti kemauan orang lain ? kita mengikuti standar sosial orang-orang, kita terus mengikuti pandangan orang lain dan berusaha memenuhi ekpetasi mereka. Tentang satu hal dan satu nilai tertentu. Maka dari itu perlu rasanya kita merefleksi ulang diri kita.
  2. Kita lihat insecure dari pandangan positif. Insecure itu sebenarnya bagus teman-teman. Kita semua bayangkan orang yang mengenal dirinya sendiri tahu kekurangannya apa, tahu dimana batas dalam melakukan sesuatu, itu adalah mereka yang tahu bakat mereka apa, hal apa saja yang harus dikembangkan lagi. Teman-teman bayangkan kalau kita tidak tahu kekurangan kita apa,  dari mana kita tahu hal apa yang harus kita perbaiki, kembangkan dan pelajari lagi. Makanya penting jika orang di sekitar kita untuk memperingatkan kita.

Bagaimana cara kita berdamai dengan insecure? Penerimaan terhadap diri sendiri adalah awal untuk mengenal siapa kita, kelebihan kita, kekurangan kita, dan mari kita fokus pada kelebihan. Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan. Yang kurang bisa kita perbaiki lagi dengan semampunya. Dan kita fokus pada kekuatan kita kelebihan kita dan ini menjadikan kita untuk bersyukur dengan apa yang kita punya. Mungkin kita insecure dengan kondisi fisik kita, memiliki badan yang pendek, jerawat yang banyak, atau warna kulit yang menjadi pembeda. Tapi coba sekali-sekali kita alihkan pandangan kita kebawah, masih banyak diluar sana yang tidak punya kulit yang normal, anggota tubuhnya tidak lengkap, juga cacat tapi teman-teman banyak dari mereka yang berhasil berkembang diluar batas kemampuan walaupun dengan keterbatasan fisik mereka.   Atau mungkin kita insecure dengan keadan ekonomi keluarga, tapi coba lihat lagi dari kacamata yang berbeda masih banyak diluar sana bahkan sejak lahir  tidak tahu keluarganya di mana, bahkan tidak tahu orang tuanya masih hidup atau sudah tiada.

Teman-teman ayo kita bersyukur, bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang. Jadi jika insecure dengan keadaan fisik kita, warna kulit kita, berat badan kita atau bahkan satu titik jerawat kecil dimuka kita, mari kita lihat ternyata ada teman-teman kita yang tubuhnya tidak sempurna tapi mereka mampu mempergunakan karunia tuhan tersebut dengan baik. Atau pun kita tidak percaya diri dengan kondisi sosial, keuangan, atau derajat keluarga kita. Ternyata ada teman-teman kita yang dari lahir saja tidak tahu orang tuanya dimana dan bagaimana

Dan cara untuk menerima, adalah fokus pada kelebihan dan bersyukur atas segala hal, ini bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengurangi sosial media mislnya, agar kita bisa mengurangi membandingkan diri dengan orang lain dan pokus pada hal apa yang kita suka. Dan tentunya   mendekati lingkungan yang sportif.

Jadi, waktu dan fokus kita itu terlalu sia-sia rasanya jika kita gunakan untuk menyalahkan diri kita, mengutuk, yang semua itu membuat kita semakin merasa terlarut dan insecuritas yang tinggi. Lebih bagus jika kita gunakan waktu tenaga dan pikiran kita untuk memperbaiki kekurangan serta menguatkan kelebihan kita. Dan maka dari itu remaja generasi mudanya Indonesia ayo kembangkan bakat dan selalu bersyukur dengan segala yang kita punya. Semangat !

 

Opini oleh Helena Nuryatul Hafifah

(Siswa SMA Negeri 1 Manggar/86)

(Admin, HR)

Komentar

Kereeeen kak :"

semangat lenaaaa

Good ❣

mantap kak

Masya Allah, motivasi stonks :)

Mantap elena

Mantap elen :)

Keren banget, sih. Alhamdulillah jadi ingat bersyukur. Semangat terus, lena :)

keren elen !!!

mantap, semangat!

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Merdeka Belajar Dalam Masa Pandemi COVID-19

Covid-19 tidak lagi menjadi kata yang asing ditelinga banyak orang, Virus yang hadir sejak Desember 2019 di Wuhan, China, ini menyebar begitu cepat ke berbagai penjuru dunia dalam hitun

09/11/2021 18:48 WIB - Administrator
Mosaik Modernisasi dalam Bernalar Kritis Pelajar Pancasila

Pada masa pandemi COVID-19 ini, pembelajaran tatap muka pada sekolah-sekolah di Indonesia menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Salah satu upaya sekolah untuk menyelesaikan hal tersebut

09/11/2021 18:38 WIB - Administrator
Berkebinekaan Global bersama Globalisasi

Setiap negara, pastinya memiliki penerus sebagai penegak dan pemimpin bangsanya, yaitu muda-mudi saat ini, termasuk juga di Indonesia. Para generasi penerus ini merupakan harapan masa d

08/11/2021 19:23 WIB - Administrator
Bunga Toleransi di Tengah Arus Globalisasi

Salah satu identitas bangsa Indonesia yang paling dikenal dari dulu hingga saat ini adalah keberagaman atau kebinekaan yang dimiliki. Identitas tersebut terbentuk dalam waktu yang jelas

08/11/2021 19:20 WIB - Administrator
Peran Pemuda dalam Konstruksi Masa Depan Bangsa

Peran pemuda dalam pembangunan bangsa sangatlah penting. Hal ini dikarenakan pembangunan suatu bangsa terletak pada generasi penerusnya. Demokrasi, ekonomi, teknologi, dan kemajuan ilmu

03/11/2021 19:55 WIB - Administrator
Pendidikan Karakter, Upaya Mencegah Dampak Negatif Westernisasi

Pada era globalisasi, westernisasi terdapat dalam perilaku dan karakter remaja terjadi karena para kaum milenial atau para remaja menganggap budaya barat adalah budaya yang gaul, modern

26/10/2021 22:04 WIB - Administrator
Naik Kelas Tapi Tidak Belajar?: Solusi Merdeka Belajar Di tengah Pandemi

  Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia memberikan dampak besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Menteri Pendidikan, Bapak Nadiem Anwar Makarim, melalui surat edaran Mendik

26/10/2021 21:56 WIB - Administrator
TRANSFORMASI ASESMEN PEMBELAJARAN DALAM BINGKAI MERDEKA BELAJAR

Gaung program sekolah penggerak semakin terdengar akhir-akhirnya ini. Sebanyak 2500 sekolah dari 34 provinsi dan 111 kabupaten/kota di Indonesia sudah menerapkan program ini mulai tahun

20/10/2021 19:23 WIB - Administrator
Teknologi dan Perubahan Sosial di Era 4.0

Pada hakekatnya, kemajuan teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Namun, kita bisa mengambil langkah bijak terhadap diri kita sendiri, ke

20/10/2021 19:17 WIB - Administrator
Dampak Westernisasi Terhadap Karakter Remaja Masa Kini

Masa remaja adalah masa transisi antara kanak-kanak menuju dewasa. Di mana, perilaku manusia muda ini bisa berubah dengan cepat, mengalami krisis identitas, dan juga emosi yang kuat. Re

11/10/2021 07:55 WIB - Administrator