Gotong Royong di Hari Minggu
Pada hari Minggu pukul 07:00 ada kegiatan gotong royong di Desa Padang, daerah rumahku. Semua masyarakat yang ada di kampungku sudah bersiap-siap membawa alat kebersihan dan bersiap-siap di lapangan bola Desa Padang untuk mendengarkan arahan dari Kepala Desa Padang dalam rangka gotong royong membersihkan daerah sekitar. Hasil yang di dapat dari musyawarah bersama yaitu membersihkan selokan yang di penuhi sampah dan dedaunan,sampah yang berserakan di mana-mana dan rumput-rumput liar yang telah meluas.
Masyarakat pun bergotong royong untuk membersihkan selokan atau saluran air yang di penuhi sampah dan dedauan,jika tidak di bersihkan maka akan berdampak negative bagi masyarakat kampung, membersihkan sampah-sampah yang berserakan, menyabut rumput liar dan Ada juga yang kebagian bersih-bersih jalanan. Semua masyarakat begitu semangat untuk membersihkan kampung yang kotor mulai dari anak-anak sampai dewasa. Pada saat itu saya dan ketiga teman saya mendapat bagian membersihkan selokan yang sangat kotor. Setelah sudah bersih semua kami semua sangat senang dan bahagia setelah melihat kampung yang bersih dari sampah.
Kondisi lingkungan yang bersih di tengah masyarakat akan membangun rasa kebersamaan yang bisa terwujud melalui gotong royong . Tujuannya untuk menciptakan lingkungan bersih, indah dan nyaman. Setelah gotong royong selesai, kami semua di jamukan makanan yang telah di siapkan oleh ibu-ibu yang mendapat bagian untuk memasak dan kami menikmatinya. Setelah makan bersama kami pun berkumpul untuk menutup penyelenggaraan gotong royong ini, untuk mendengarkan pengarahan dari Kepala Desa bahwa masyarakat harus menjaga dan merawat kebersihan lingkungan agar kelestarian nya bisa terjaga dengan baik.
Cerpen oleh Selfina Oktarani
(Siswi SMA Negeri 1 Manggar/53)
(Admin, HR)
Komentar
Kurang lengkap
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Merdeka Belajar Dalam Masa Pandemi COVID-19
Covid-19 tidak lagi menjadi kata yang asing ditelinga banyak orang, Virus yang hadir sejak Desember 2019 di Wuhan, China, ini menyebar begitu cepat ke berbagai penjuru dunia dalam hitun
Mosaik Modernisasi dalam Bernalar Kritis Pelajar Pancasila
Pada masa pandemi COVID-19 ini, pembelajaran tatap muka pada sekolah-sekolah di Indonesia menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Salah satu upaya sekolah untuk menyelesaikan hal tersebut
Berkebinekaan Global bersama Globalisasi
Setiap negara, pastinya memiliki penerus sebagai penegak dan pemimpin bangsanya, yaitu muda-mudi saat ini, termasuk juga di Indonesia. Para generasi penerus ini merupakan harapan masa d
Bunga Toleransi di Tengah Arus Globalisasi
Salah satu identitas bangsa Indonesia yang paling dikenal dari dulu hingga saat ini adalah keberagaman atau kebinekaan yang dimiliki. Identitas tersebut terbentuk dalam waktu yang jelas
Peran Pemuda dalam Konstruksi Masa Depan Bangsa
Peran pemuda dalam pembangunan bangsa sangatlah penting. Hal ini dikarenakan pembangunan suatu bangsa terletak pada generasi penerusnya. Demokrasi, ekonomi, teknologi, dan kemajuan ilmu
Pendidikan Karakter, Upaya Mencegah Dampak Negatif Westernisasi
Pada era globalisasi, westernisasi terdapat dalam perilaku dan karakter remaja terjadi karena para kaum milenial atau para remaja menganggap budaya barat adalah budaya yang gaul, modern
Naik Kelas Tapi Tidak Belajar?: Solusi Merdeka Belajar Di tengah Pandemi
Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia memberikan dampak besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Menteri Pendidikan, Bapak Nadiem Anwar Makarim, melalui surat edaran Mendik
TRANSFORMASI ASESMEN PEMBELAJARAN DALAM BINGKAI MERDEKA BELAJAR
Gaung program sekolah penggerak semakin terdengar akhir-akhirnya ini. Sebanyak 2500 sekolah dari 34 provinsi dan 111 kabupaten/kota di Indonesia sudah menerapkan program ini mulai tahun
Teknologi dan Perubahan Sosial di Era 4.0
Pada hakekatnya, kemajuan teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Namun, kita bisa mengambil langkah bijak terhadap diri kita sendiri, ke
Dampak Westernisasi Terhadap Karakter Remaja Masa Kini
Masa remaja adalah masa transisi antara kanak-kanak menuju dewasa. Di mana, perilaku manusia muda ini bisa berubah dengan cepat, mengalami krisis identitas, dan juga emosi yang kuat. Re
menurut saya, ini adalah cerita yang sangat bagus. tetapi dalam musyawarah, tidak dibagikan kelompok anak-anak, ibu2, dan bapak2☺